Tips Travel Sketching

Traveling dan sketching. Dua kegiatan yang sangat mengasyikkan bagi saya. Dan ternyata ketika keduanya digabung, lebih asyik lagi! Jadi, selama beberapa tahun belakangan ini saya nggak pernah lupa membawa peralatan sketching setiap traveling.

Nah, berikut ini beberapa tips dalam travel sketching yang saya petik dari pengalaman sendiri, serta beberapa teman sketcher lainnya. Siapa tahu bisa bermanfaat buat kamu yang juga senang atau ingin sketching sambil traveling.

Sketching di Bagan, Myanmar.
  • Paling ideal adalah jalan-jalan dengan sesama sketcher atau sendirian. Alasannya karena sketching bisa makan waktu lama hanya berdiam di satu titik. Belum tentu teman jalan kamu sabar menunggu.
  • Jalan dengan teman yang mandiri. Kalau teman jalan kamu nggak sketching, kamu bisa tetap sketching dengan tenang karena teman kamu bisa menyibukkan diri sendiri. Misalnya, teman kamu bisa berkeliling sekitar titik kamu menggambar dengan memotret, ngobrol dengan orang setempat, atau menikmati kuliner.
  • Belajar menggambar dengan cepat. Jika kamu traveling dengan teman atau rombongan yang nggak sketching, mau nggak mau kamu harus curi-curi waktu untuk sketching di sela-sela itinerary. Dan biasanya nggak banyak waktu yang tersedia untuk sketching. Sebisa mungkin cari tahu berapa lama waktu yang kamu punya untuk menggambar di suatu titik.
Daripada bosan menunggu kapal merapat, mending sketching.
Antrean di stasiun pun bisa jadi objek travel sketching.
  • Bawa peralatan gambar yang ringkas. Nggak perlu deh bawa easel atau cat minyak segala. Peralatan gambar yang cocok buat traveling, misalnya: pensil (bisa berbagai ketebalan), cat air (dalam kemasan portable; sekarang sudah banyak cat air dalam bentuk travel kit), spidol, pena, dan buku gambar maksimal berukuran A4. Kalau kamu bawa kertas gambar lepasan, pastikan kamu juga bawa alas untuk menggambar, seperti clipboard.

 

  • Kalau mau bikin catatan perjalanan sekalian, bisa bawa lem kertas untuk nempel-nempel di buku sketsa, misalnya nempel tiket kereta, tiket masuk candi, kartu nama penginapan, dan sebagainya. Yang kayak gini suka disebut juga dengan “sketchbook journaling”.
Beberapa contoh peralatan untuk travel sketching. Bisa lebih sedikit, kok. Yang nyaman aja buat kamu.
Selain jadi catatan perjalanan, sketch journaling juga bisa jadi pengisi waktu di perjalanan, supaya nggak bosan.
  •  Jangan malu-malu untuk ngobrol dengan orang setempat. Dari mereka, kamu bisa mendapatkan informasi menarik untuk dimasukkan ke catatan sketsa, dan mendapat cerita lebih agar lebih mengerti tentang budaya setempat. Kalau kamu pemalu, jangan khawatir. Biasanya akan ada saja orang yang menyapa, minimal menghampiri orang yang menggambar di tempat umum. Itu bisa jadi titik awal interaksi kamu dengan mereka.

 

  • Bawa bangku lipat, kalau akan banyak menggambar outdoor, dan kalau barang bawaan kamu belum banyak banget. Bangku lipat ini membantu kalau kamu mesti menggambar, misalnya, di pinggir jalan yang kurang bersih, di tanah, atau di pasar yang becek.

 

  • Kalau kamu nggak tahan panas tapi mau gambar outdoor, bisa menggambar dari dalam mobil, seperti yang sering dilakukan Motulz dan Yandi. Dan kalau ada mobil dengan pintu slide, lebih baik lagi, karena pemandangan kamu akan lebih luas, tapi tetap terlindungi dari sengatan matahari. Menggambar dari dalam mobil juga praktis kalau hari sedang hujan. Atau, bawa payung. Saya pernah pegang payung sambil sketching pas lagi hujan gerimis. Sedikit repot sih, tapi yang penting gambar dan kepala terlindungi.
Bangku lipat dan peralatan gambar, waktu sketching di Semarang.
Para pedagang di Pasar Kotagede ingin melihat seperti apa mereka di gambar saya.
Waktu menggambar ini di Sumba, teman saya memayungi saya sambil nebeng ngadem, soalnya di sana panas banget!

Sekian dulu tips-nya. Mungkin kamu mau menambahkan? Silakan, isi di komen bawah ini, ya.

Happy travel sketching!


Cek Instagram Vira Tanka di sini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *