Sketching di Bengkel Pesawat Garuda Indonesia

Senin (19 Desember 2016) pagi, pukul 07.00.. grup WhatsApp Sketchwalker sudah riuh. Saya, Yandi, Sheila, Artyan, dan Nino sedang bersiap harus meluncur ke kawasan bandara internasional Soekarno-Hatta. Bukan mau travelling, tapi ada kegiatan yang seru! apa itu?

Kami berlima harus berada di kawasan bandara sekitar pukul 08.30 pagi. Artyan dan Sheila lebih dulu meluncur dengan menggunakan taksi, sementara saya dan Yandi harus menunggu Nino yang baru tiba dari Bandung pagi itu. Untungnya pagi itu perjalanan lancar, kami akhirnya tiba dan berkumpul di kantor ACS Aerofood Indonesia, yaitu anak perusahaan dari maskapai Garuda Indonesia. Kami berlima diundang oleh pihak Garuda Indonesia bersama sekitar 14 orang lainnya termasuk para blogger, vlogger, dan Instagramer.

Di ACS Aerofood kami diajak berkeliling kantor yang luas bangunannya hampir 20 hektare, untuk melihat bagaimana proses persiapan dan penunjang hospitality di dalam kabin pesawat. Kami sungguh tidak menyangka bahwa semua kebutuhan hospitality dan kenyamanan penumpang di pesawat Garuda Indonesia itu adalah menjadi tanggung jawab ACS ini. Saya sendiri sempat menyangka ACS Aerofood ini hanya untuk penyedia makanan saja. Ternyata mulai dari koran dan majalah, hingga selimut, tissue, parfum di toilet juga konten flight entertainment. Yang mengejutkan lagi, ACS Aerofood ini pun tidak hanya mengerjakan khusus Garuda Indonesia saja tapi juga banyak maskapai lain dalam dan luar negeri termasuk pesawat kelas presidential dan VVIP. Tidak heran jika proses persiapan, pengerjaan, pengolahan, hingga boarding barang-barang tadi ke atas pesawat sangatlah super ketat dan super higienis.

Sebelum berkeliling kami mendapatkan presentasi dari Pak Afdal Amir, VP Inflight PT. ACS Aerofood Indonesia. Sehingga di saat kami berkeliling kami mendapatkan gambaran yang begitu mendetil. Ternyata urusan perut dan selera di pesawat itu tidak segampang yang kami kira. Siapa yang kira, hanya untuk memecahkan telur saja di ACS ada ruangan dan pekerja khusus yang mengerjakannya? Setelah berkeliling kami bertemu dengan Pak Vindex V. Tengker, VP Inflight Services Garuda Indonesia. Bahkan kami ditemani makan siang bersama Pak Afdal dan Pak Vindex dengan sajian makanan set dish karya chef on board Garuda Indonesia yang wuenak!

Selesai di ACS Aerofood, kami bersama grup langsung meluncur menuju tempat favorit kami yaitu bengkel pesawat GMF (Garuda Maintenance Facilities).  Yaitu komplek bengkel pesawat yang sangatlah besar. Bahkan di dalam komplek bengkel ini pun terdapat sebuah hangar pesawat terbesar di Asean untuk jenis pesawat berukuran narrow body.

Tak perlu banyak basa-basi, setibanya kami di hangar kami berlima langsung membisu kagum dan semua langsung mengambil spot paling nyaman untuk angle (sudut pandang) yang akan kami sketch. Seperti biasa hal yang paling menyenangkan saat sketching di lokasi itu adalah terjadinya interaksi dengan orang sekitar. Kami berlima pun mengalami hal ini. Kami disapa dan menyapa para pekerja yang ada di hangar. Saya salah satunya, saat sedang sketching dihampiri seorang teknisi senior, namanya Pak Dwi Teguh. Ia menjelaskan kepada saya nama dan jenis pesawat yang sedang saya dan Nino gambar. Pesawat tersebut namanya DC-9 buatan McDonnel Douglas Amerika. Pesawat ini sudah tidak digunakan dan sudah tidak beredar. Perusahaan pesawatnya pun sudah tidak ada, sudah dibeli oleh perusahaan pesawat terbang raksasa Boeing. Pesawat tersebut merupakan pesawat generasi lama yang digunakan Garuda Indonesia saat bandara internasional masih berada di Kemayoran. Tak heran jika livery (desain) pesawat ini menggunakan livery Garuda Indonesia jaman dulu.

Hingga sore, kami masih asik dan menikmati sketching di suasana bengkel pesawat ini. Namun sayang, waktu kunjungan pun sudah habis dan kami harus meninggalkan komplek GMF. Sepanjang perjalanan pulang kami berlima masih belum reda rasa girangnya. Berharap sekali suatu saat nanti bisa diajak kembali dan diizinkan main ke GMF untuk sketching lagi. Sekali lagi.. terima kasih Garuda Indonesia! selain kami mendapatkan obyek sketching yang sangat menarik, kami pun mendapatkan pengalaman dan wawasan yang sangat berharga bagi kami, para sketchwalker yang hobi jalan-jalan sambil gambar-gambar!

(Ditulis oleh @motulz)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *