Serunya Sketchwalk di Kota Ambon dan Banda Neira

Ambon adalah salah satu kota yang jadi impian kami untuk melakukan kegiatan sketchwalk di sana. Hanya saja untuk mencapai Ambon tentulah butuh perencanaan matang karena pergi dengan rombongan tidaklah mudah dan murah. Namun keindahan Kota Ambon terus memikat dan membulatkan tekad kami untuk berkunjung ke sana.

Suatu hari kami mendapatkan kabar bahwa pada awal bulan Oktober akan diadakan sebuah festival rakyat di Banda Neira (#PestaRakyatBanda2017) di kawasan Kepulauan Banda. Kita tahu bahwa Banda Neira merupakan sebuah pulau yang begitu indah dan menawan dan memiliki banyak sekali peninggalan dari masa-masa awal kolonial di nusantara. Acara ini cukup memukau kami dan dari situlah kami berembuk agar bisa berangkat ke kawasan Maluku.

Kabar gembira pun datang, teman-teman kami para sketcher di Maluku memberi tahu bahwa akan ada sebuah kegiatan sosial mengajak anak-anak di kawasan Banda untuk menggambar bersama. Inisiatif ini merupakan gagasan teman-teman di Maluku Sketchwalk (MSW) bersama panitia acara Pesta Rakyat Banda 2017. Akhirnya kami sepakat untuk membulatkan rencana pergi berkunjung ke kawasan Maluku, hanya saja di ujung rencana kami tiba-tiba masalah baru pun muncul.

Ternyata perjalanan dari Jakarta ke Ambon lalu menuju Pulau Banda Neira itu tidak bisa dicapai dalam waktu kunjungan yang singkat. Ketidakpastian jadwal penerbangan pesawat kecil dari Ambon ke Banda Neira membuat kami harus memutuskan menggunakan transportasi kapal cepat. Akhirnya terbagilah dua kloter dari kami, yaitu kloter yang hanya sketching di Kota Ambon dan kloter yang pergi sampai ke Banda Neira.

Penerbangan kedua kloter kami dari Jakarta menuju Ambon menggunakan Citilink yang berangkat pagi, ada yang berangkat hari Kamis dan ada yang hari Jumat. Pihak Citilink membantu kepergian kami terbang menuju Ambon melalui Makassar, termasuk perjalanan terbang kembali ke Jakarta. Agar mudah tersimpan, maka kami pun sepakat menggunakan tagar #CitilinkAmbonSketchwalker sebagai penanda resmi di media sosial Instagram.

Ambon Manise

Manise – merupakan bahasa khas di Maluku yang artinya cantik. Ambon sungguh memiliki banyak pantai yang begitu indah untuk kami sketch. Peninggalan benteng lama dan bangunan-bangunan tuanya pun tidak luput dari pantauan sejak kami tiba. Beruntung di awal kedatangan kami cuaca di Ambon begitu mantap dengan sinar mataharinya. Tentu nyaman bagi kami untuk membuat sketsa dengan semburan cahaya matahari yang menghasilkan bayangan yang indah untuk kami sketch.

Teman-teman Maluku Sketchwalk (MSW) menemani kami berkunjung ke banyak tempat di Ambon hingga Banda Neira. Rombongan pun akhirnya berpisah, ada yang stay di Ambon ada pula yang lanjut ke Banda Neira. Kami menyempatkan diri untuk foto bersama di tepian dermaga Pelabuhan Tulehu yang berjarak kurang lebih 40 menit berkendara mobil dari Kota Ambon. Perpisahan dua rombongan ini menjadi titik awal dimulainya serangkaian program Maluku sketch-trip.

Rombongan Ambon adalah Artyan, Iqbal, Pedro, Vira dan Nadia. Sementara rombongan yang lanjut ke Banda Neira adalah Motulz, Yandi, dan Aga. Rombongan Banda Neira ditemani dua sketcher kawakan dari MSW yaitu Bung Jerry dan Bung Ando. Terima kasih bung!

Banda Neira

Keindahan pulau ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi, mulai dari keindahan pantai, bawah laut, gunung, juga termasuk peninggalan kolonial Portugis, Belanda, dan Inggris di pulau ini. Kami bersama MSW pun menyempatkan diri melaut hingga ke Pulau Rhun, pulau yang dijadikan tukar guling oleh pemerintah Inggris dan Belanda saat itu dengan Pulau Manhattan New York. Kunjungan kami ke Pulau Rhun pun begitu mengasyikan karena kami menyempatkan untuk singgah di beberapa pulau dalam perjalanannya.

Sketching kota dan pemandangan adalah hal yang menyenangkan dan mengasyikan. Kami dari SW rasanya selalu merasakan hal tersebut saat melakukan sketch-trip ke berbagai kota dan tempat. Namun untuk Banda Neira ada hal lebih yang kami rasakan yaitu saat kami memberikan workshop menggambar kepada anak-anak di Pulau Rhun dan Banda Neira. Rasa senang dan puas kami dapatkan saat melihat antusias dan wajah-wajah gembira anak-anak. Walau pada awalnya mereka malu-malu namun akhirnya kejujuran dan kepolosan mereka muncul ketika mulai menggoreskan pinsil di atas kertas gambar yang sengaja dibawa dari Jakarta.

Ambon dan Banda Neira begitu memukau kami yang datang jauh dari Jakarta. Kota dan pulau yang begitu indah dan menarik untuk dikunjungi, belum lagi wisata kulinernya yang begitu lezat dan maknyus. Rasanya kunjungan kami kurang lama, terlalu banyak rencana tempat dan kegiatan yang ingin kami lakukan selama kurang dari seminggu kemarin. Semoga kunjungan ini hanyalah awal karena dalam hati kami masing-masing masih ingin kelak berkunjung lagi ke Ambon atau kawasan Maluku yang lain. Tidak lupa kami pun harus berterima kasih lagi kepada Citilink yang juga paham akan keindahan Kota Ambon dan sepakat mendukung kami melakukan sketching atas kota ini.


Disajikan atas dukungan :

One Comment Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *